Sehat itu tak ternilai

Saat saya sudah menulis sebelumnya, di malam Sabtu kondisi saya drop dan dengan berat hati saya meminta diantarkan ke hotel dengan harapan bisa pulih sedia kala esok harinya. Nyatanya tidak demikian, kondisi saya semakin drop dan kena maag. Esok hari nya saya meminta keluarga saya yang ada di Yogya untuk menjemput saya dan saya minta ijin kepada organizer untuk tidak mengikuti acara hari kedua. Saya diantar ke rumah sakit Panti Rapih dan diberikan obat di sana.

Singkat cerita, saya pulang di hari itu juga dengan tiket penerbangan pesawat sore hari. Padahal saya sudah jauh hari pesan tiket pesawat untuk pulang malam hari. Saya kembali dengan selamat di Bali dan istirahat sampai hari Senin.

Mungkin kondisi saya semakin parah bila tidak punya keluarga di Yogyakarta. Saya bukannya berharap ada keluarga yang bisa saya repotkan justru saya merasa sungkan kepada mereka. Inginnya saya berlibur dan bersenang-senang tahu-tahunya sakit-sakitan.

Setelah ditelisik ternyata penyebab kondisi saya drop adalah telat makan pagi dan waktu mencari makan pagi pun jaraknya jauh dari tempat workshop serta harus jalan kaki di bawah teriknya matahari. Sejak dari sini saya merenung dan memantapkan diri untuk menjaga kondisi dan tetap sehat baik fisik dan mental.

Saya mulai rajin ngemil jajan, tidur tidak melampaui waktu, tidak langsung memegang laptop saat bangun tidur, tidak membawa HP ke kamar mandi saat sakit perut dan tak lupa menjauhi larangan dan pantangan.

Ini adalah pengalaman pertama saya bertualang sendiri ke luar Bali dan saya tidak kapok terhadap kejadian ini. Mulai saat ini, setiap kali saya berangkat pagi naik pesawat, saya akan beli makan pagi di pesawat terlepas mereka menyediakan pre-order atau tidak.

Intinya sehat itu tak ternilai.

 

satyakresna

~Tetap Fokus~