Media sosial yang (paling) saya takuti

Salah satu media sosial yang saya takuti adalah Instagram. Secara tidak langsung seseorang men-show off dirinya kepada dunia maya yang tidak kita kenal siapa mereka dan dari mana asalnya. Bahkan tak ragu mereka mengumbar sebagian bahkan semua kehidupan pribadi yang mana menurut saya tidak ada privasi yang mereka buat.

Setiap kali saya buka sosial media ini bawaan saya jadi agak resah, sedikit baper, sedikit iri melihat beberapa foto atau kejadian pribadi mereka terlihat menyenangkan. Eh, dipikir” siapa sih yang mau mengumbar kehidupan pribadi yang tidak menyenangkan di sosial media? Ya, pasti ada aja sih. Tapi, saya pribadi sih tidak. Karena saya selalu berpedoman bahwa sosial media bukanlah tempat untuk mengumbar kehidupan pribadi kita.

Saya bersyukur masih ada beberapa orang (ingat beberapa) yang saya ikuti menyebarkan konten yang berfaedah di timeline saya. Sekarang saya tidak pernah memposting foto atau video apapun di timeline saya dan lebih memilih Insta story untuk memposting foto atau video.

Instagram sih menyatakan bahwa story yang kita post dihapus setelah 24 jam. Tapi, saya ngga percaya banget! Karena tidak mungkin mereka menyia-nyiakan data yang user mereka post untuk di hapus. Pasti untuk dikoleksi dan dipelajari lah. Ha ha ha. Paling mereka set flag delete atau mereka move data tersebut ke dokumen lain. TBH, semua perusahaan yang bergerak di bidang data tidak akan pernah menghapus record data Anda.

 

satyakresna

~Tetap Fokus~