Halo 2018!

Saya melihat banyak para programmer, developer dan engineer membuat catatan resolusi mereka 2018. Saya jadi tergelitik untuk membuatnya. Sebelum itu saya akan meninjau sekilas apa yang telah saya lakukan selama 2017.

Review Pekerjaan

Awal tahun 2017 saya masih menjadi guest service trainee di sebuah hotel yang mana bidang tersebut adalah pariwisata dan sangat pasti berbeda dengan bidang saya sebagai seorang programmer. Kadang, saya mencari waktu lowong ketika tidak ada tugas dari senior saya untuk mempelajari koding web dan mengeksplor repository terhangat di Github pada waktu itu. Di awal Februari 2017 saya menjadi seorang daily worker di hotel yang sama sebagai guest service namun lebih melayani tamu kelas atas (VIP) dan tentunya digaji. 😀

Ya, anda tahu sendiri kalau menjadi seorang trainee atau magang di sebuah tempat rata-rata tidak diberi upah. Pada saat itu, saya sudah dalam posisi lulus kuliah dan mesti kerja tentunya untuk mendapatkan penghasilan. Selama menjadi daily worker semakin banyak tamu yang saya temui dari berbagai negara dan secara tak langsung saya mempelajari budaya dari negara mereka serta tak jarang saya diberikan uang tip dari mereka. 😉

Hal tersebut tidak berlangsung lama sampai April 2017 saya memutuskan untuk resign sebagai daily worker dan menjadi web programmer di sebuah universitas negeri sampai saat tulisan ini ditulis. Saat hari pertama bekerja, saya tidak tahu apa yang mesti saya kerjakan dan saya hanya melihat senior saya ngoding. Hari kedua mendapatkan project, tetapi saya bisa bilang nyeleneh karena itu bukan basic saya sebagai web programmer. Project ini batal karena teknologi yang dipakai tidak lengkap dokumentasinya dan deprecated menurut saya. Mau tahu? Ini link nya. Hari berikutnya, sudah mulai mendapatkan project yang sesuai dengan bidang. Awal-awalnya saya sempat kebingungan dengan alur sistem yang saya buat sampai nyaris pernah ditegur oleh atasan saya namun akhirnya berhasil. Sejauh ini (sampai tulisan ini ditulis), saya telah membuat dua project yang serius dan satu project yang main-main di tempat saya bekerja.

Saya ingin jujur kalau saat saya menerima project di tempat saya bekerja:

  1. Tidak ada namanya timeline project tertulis,
  2. Kadang deadline bisa mundur,
  3. Kadang ditengah jalan diminta fitur tambahan yang membuat saya tidak fokus saat mengerjakan fitur yang lain,
  4. Terkadang sistem yang sudah dibuat susah payah bisa jadi tidak dipakai,
  5. Satu project (kecil atau besar) dikerjakan oleh satu orang alias single fighter,
  6. Akhir-akhir ini telah beredar wacana kalau semua sistem akan diarahkan ke mobile native yang membuat saya semakin tidak bisa fokus

Dan dari hal-hal di atas, kadang saya tidak bisa mengeksplor teknologi web yang ingin saya pelajari. Dan sungguh saya berharap ini tidak terjadi di tempat kerja saya berikutnya jika saya berhenti.

Review Komunitas

Di tahun 2017 saya bergabung di komunitas Facebook Developer Circle Bali (Facebook Dev C Bali), Google Developer Group Bali (GDG Bali) dan Bali JS. Peran saya di sana hanya sebagai anggota komunitas dan saya menjadi volunteer di Dev C Bali dan GDG Bali. Saya juga bergabung dalam Indonesia Android Kejar (IAK) sebagai fasilitator di kota Denpasar – Badung. IAK saya hanya sebatas membantu dan membagikan ilmu yang pernah saya pelajari di Android waktu dulu karena saya tidak mengambil fokus di dunia Android. Hal-hal di atas membuat networking saya semakin bertambah dan tak jarang saya mengalami kesan 4L (Lu Lagi Lu Lagi). Ya, perlu anda ketahui bahwa Bali saat ini masih dalam proses memperbesar partisipasi programmer dan developer untuk bergabung dalam komunitas.

Resolusi

Di tahun 2018 saya ingin menjadi seorang speaker di setiap meetup komunitas. Materi yang akan saya perkenalkan ada beberapa dan sedang saya susun. Saat ini, saya ingin menularkan teknologi Web Components dan Accessibility yang mana itu penting banget buat teman-teman yang menggeluti dunia web development. Mau tahu seperti apa? Makanya datang dan cek sosial media kalian ya. Mengapa saya tertarik menjadi seorang speaker? Sederhana karena saya sudah bosan jadi penonton dan belakangan terpicu dari tweetnya Kyle Simpson (You Don’t Know JS)

Berikutnya, saya harus belajar berkomunikasi tegak lurus (atasan, bawahan dan sesama). Saya tidak bisa menjelaskannya, silahkan lihat tweet dari Addy Osmani.

Lalu, saya ingin belajar mendengarkan kisah orang dibandingkan menceritakan kisah saya sendiri. Dalam artian saya tidak ingin mendominasi dalam sebuah pembicaraan dan tidak ingin menjadi orang pertama yang memulai pembicaraan sebisa mungkin.

 

satyakresna

~Tetap Fokus~